Ngayogjokarto, kondang kaloko
Papane budoyo, seniman mrakaryo
Ngayogjokarto, manis esemmu
Renyah guyumu, methukke tekaku
Saiki do ra perduli, ra gelem ngancani mecaki dalan ing wengi
Saiki do ra perduli, ra gelem ngancani ngidung lan nyanyi
Wes sak geleme dewe, wes do ra nggatekke
Wes do ra nggape uripmu, kang sepi jroning rame
Bait diatas merupakan lirik dari salah satu lagu karya SGPC Band yang dikemas dalam musik yang berbeda dari band-band jawa lainnya.
Sebagai salah satu kota tujuan pariwisata, Yogyakarta memiliki culture dinamis yang berbeda dengan kota-kota lain di Indonesia. Wisata budaya dan tradisi yang kental di kota ini menjadi salah satu komoditas pariwisata yang utama. Begitu pula dengan bahasa Jawa yang telah menjadi salah satu organ penting dalam tradisi yang sudah semestinya harus dilestarikan seperti halnya kita melestarikan tradisi lain seperti kuliner, kesenian, pariwisata, dan benda-benda peninggalan sejarah.
Berangkat dari situlah akhirnya para musisi muda ini mencoba untuk mengangkat kembali tradisi bahasa Jawa melalui media yang paling universal yakni musik.

Sekali lagi anak-anak Balkot Jogja menunjukkan kreativitasnya. Semakin terlihat jelas pula potensi yang mereka miliki. Little Customs adalah salah satunya.
Sepertinya memang tidak ada hal lain yang paling menyenangkan selain saat berada ditengah para sahabat. Tertawa lepas ketika dalam keadaan sehat maupun saat alkohol meracuni separuh akal sehat. Ataupun pada saat asap daun surga itu membuat semua menjadi indah.., menjadi gila. Namun ada yang lebih hebat dari itu semua. Yaitu rasa kekeluargaan yang sangat terasa sekali. Rasa sayang yang begitu dalam, yang mungkin tidak dapat ditemui dari hal apapun dan dimanapun juga.
Saat bersama teman-teman memang menyenangkan. Rabu, 17 Desember kemarin saya merasakan kembali saat menyenangkan itu.


Komentar Terakhir